Metro, 29 Januari 2026. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Jurai Siwo Lampung menggelar rapat koordinasi terkait pengajuan pembukaan program studi bidang kesehatan pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat FUAD. Rapat ini dihadiri oleh Wakil Rektor I UIN Jurai Siwo Lampung Prof. Dedi Irwansyah, M.Hum., Dekan FUAD Dr. Albarra Sarbaini, M.Pd., Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Khoirurrijal, S.Ag., M.A., Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Dr. Astuti Patminingsih, S.Ag., M.Sos.I., Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Hemlan Elhany, S.Ag., M.Ag., Kepala Bagian Tata Usaha FUAD Drs. Miftakhul Abidin, Dr. Eko Hendro, S.T., M.Kes. selaku stakeholder dari Dinas Kesehatan Kota Metro, serta calon dosen homebase.
Rapat membahas secara mendalam arah pengembangan program studi kesehatan dengan menempatkan Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Program Studi Administrasi Kesehatan, dan Program Studi Informatika Kesehatan sebagai skala prioritas pembukaan prodi di lingkungan FUAD. Penetapan skala prioritas ini didasarkan pada analisis kebutuhan dunia kerja, kesiapan sumber daya manusia, serta peluang pengembangan keilmuan kesehatan yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman.
Dalam arahannya, Wakil Rektor I Prof. Dedi Irwansyah, M.Hum. menegaskan bahwa pengajuan pembukaan program studi kesehatan harus disusun secara komprehensif dengan tetap memperhatikan ketentuan dan standar mutu dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes). Oleh karena itu, seluruh prodi prioritas akan disiapkan melalui kajian akademik dan administratif yang matang agar memenuhi persyaratan akreditasi sejak tahap pengusulan.
Dalam diskusi yang berkembang, Program Studi K3 dinilai memiliki prospek yang sangat kuat seiring meningkatnya kebutuhan tenaga profesional di bidang keselamatan dan kesehatan kerja, khususnya pada sektor industri, konstruksi, dan layanan publik. Sementara itu, Program Studi Administrasi Kesehatan dipandang strategis dalam mendukung tata kelola layanan kesehatan yang efektif dan efisien. Adapun Program Studi Informatika Kesehatan dinilai relevan dengan kebutuhan transformasi digital dalam sistem pelayanan kesehatan.
Sebagai perwakilan stakeholder, Dr. Eko Hendro, S.T., M.Kes. menyampaikan pentingnya keterkaitan antara pengembangan program studi kesehatan dengan kebutuhan riil layanan kesehatan daerah. Ia menekankan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan Dinas Kesehatan menjadi kunci dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta memiliki etika profesi yang kuat.
Seluruh program studi prioritas tersebut dirancang dengan mengusung integrasi keilmuan kesehatan dan nilai-nilai keislaman, baik dalam kurikulum, profil lulusan, maupun penguatan etika profesi. Pendekatan ini diharapkan menjadi keunggulan kompetitif FUAD UIN Jurai Siwo Lampung dalam pengembangan program studi kesehatan ke depan.
Rapat ditutup dengan kesepakatan pembentukan tim kecil yang bertugas menyusun kajian kelayakan, peta jalan pengembangan program studi, serta dokumen pendukung pengajuan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
(DMR/WM – Humas FUAD)
