Metro, 5 April 2026. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) tahun 2026. Gelar lulusan terbaik diraih oleh Nadiya Arisandi, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang lahir di Subang Jaya, Lampung Tengah, pada 21 Agustus 2004.
Selama menempuh pendidikan di UIN Jurai Siwo Lampung, Nadiya dikenal sebagai sosok yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga aktif, kreatif, dan penuh inisiatif. Ia sering memanfaatkan waktu luangnya untuk mengasah kemampuan komunikasi, baik melalui diskusi, menulis, maupun praktik langsung di lapangan. Teman-temannya mengenalnya sebagai pribadi yang hangat dan gemar membantu, sementara para dosen melihatnya sebagai mahasiswa yang konsisten dan haus akan ilmu.
“Bagi saya, kuliah bukan sekadar hadir di kelas, tapi bagaimana kita bertumbuh dan memberi manfaat,” ungkap Nadiya. Pernyataan ini tercermin dari langkah-langkah nyatanya selama masa studi.
Ia aktif mengikuti berbagai kegiatan nasional dan internasional, seperti Forum Group Discussion dalam International Conference di Malaysia dan Singapura, serta International Conference of Postgraduate Studies yang berkolaborasi dengan 3rd ICOSTELM 2024 di Universiti Teknologi Mara Malaysia. Selain itu, ia juga terlibat dalam program Student Mobility International di Malaysia yang memberinya pengalaman berharga dalam memahami komunikasi lintas budaya.
Tidak hanya berkiprah di forum ilmiah, Nadiya juga menunjukkan kreativitasnya di era digital dengan mengikuti Tiktok Video Competition di Pulau Penang. Baginya, media sosial bukan sekadar hiburan, melainkan sarana dakwah yang inovatif dan relevan bagi generasi muda.
Semangat berbagi ilmu juga menjadi bagian penting dari perjalanan Nadiya. Ia pernah menjadi narasumber dalam Seminar Keterampilan Public Speaking di SMK Negeri 2 Metro. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa keberanian berbicara adalah keterampilan yang bisa dilatih oleh siapa saja. Secara tidak langsung, kehadirannya mampu memotivasi para siswa untuk lebih percaya diri.
Di bidang literasi, Nadiya berhasil menorehkan karya melalui buku Tabir Mahad. Buku ini lahir dari refleksi pengalaman pribadinya selama menjalani kehidupan kampus, sekaligus menjadi bukti bahwa ia mampu mengabadikan gagasan dalam bentuk tulisan yang inspiratif.
Komitmennya dalam dunia akademik juga ditunjukkan melalui tugas akhir yang ia selesaikan dalam bentuk artikel ilmiah. Artikel tersebut berhasil dipublikasikan pada jurnal terindeks SINTA 5, yakni Qaulan: Journal of Islamic Communication Vol. 6 No. 1, Januari–Juni 2025, dengan judul “Fenomena Becoming White dan Islamic Attribute pada Iklan Giv White Hijab: Analisis Semiotika Roland Barthes.” Publikasi ini menjadi wujud kontribusinya dalam pengembangan keilmuan sekaligus bukti kapasitasnya dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
Berbagai prestasi turut menguatkan langkahnya, di antaranya Juara 1 Renov Competition 2 tahun 2024 serta penghargaan kategori inspiratif (nominasi 3) dalam ajang IAIN Metro Award. Ia juga aktif mengembangkan kepemimpinan melalui Pelatihan Kepemimpinan Pemuda dan Pembinaan Pramuka tingkat Provinsi Lampung.
Perjalanan Nadiya selama kuliah tidak selalu mudah. Ia mengakui pernah menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara akademik dan organisasi. Namun, dengan disiplin dan tekad yang kuat, ia mampu menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk berkembang. Dari situlah, karakter tangguh dan mandiri dalam dirinya semakin terbentuk.
Dosen pembimbingnya, Dr. Astuti Patminingsih, M.Sos menyampaikan bahwa Nadiya adalah contoh nyata mahasiswa yang mampu menyeimbangkan prestasi akademik dan kontribusi sosial. Ia tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi, tetapi juga pada dampak yang bisa diberikan kepada orang lain.
Sebagai lulusan terbaik FUAD 2026, Nadiya berpesan agar mahasiswa tidak ragu untuk bermimpi besar. “Jangan takut mencoba, karena setiap proses pasti membawa kita lebih dekat pada tujuan,” ujarnya.
Kisah Nadiya Arisandi menjadi bukti bahwa kesuksesan lahir dari konsistensi, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar. Sosoknya hadir sebagai inspirasi bagi generasi muda—bahwa dari kampus lokal, langkah besar menuju dunia global dapat dimulai.
(AA/WM – Humas FUAD)
