Metro, 3 Juni 2026. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Jurai Siwo Lampung terus mematangkan persiapan menghadapi proses akreditasi melalui Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK). Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi Tim Penyusun Borang Akreditasi yang diselenggarakan pada Rabu (3/6/2026) di lingkungan FUAD UIN Jurai Siwo Lampung.
Rapat ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta memastikan kesiapan seluruh dokumen akreditasi yang mengacu pada instrumen dan regulasi terbaru LAMSPAK. Selain melakukan evaluasi terhadap progres penyusunan dokumen, kegiatan ini juga menjadi forum konsultasi dan pendampingan guna meningkatkan kualitas borang yang akan diajukan oleh Program Studi KPI.
Kegiatan tersebut menghadirkan jajaran pimpinan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Jurai Siwo Lampung, yaitu Dr. Suryadi, M.Pd. selaku Ketua LPM, Ghulam Murtadlo, M.Pd. selaku Sekretaris LPM, Dr. Kisno, M.Pd. selaku Kepala Pusat Kurikulum, serta Hotman, M.E.Sy. dari tim LPM. Kehadiran mereka bertujuan memberikan pendampingan, penguatan, dan pencerahan terkait penyusunan dokumen akreditasi yang sesuai dengan ketentuan dan instrumen terbaru LAMSPAK.
Dari pihak Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah turut hadir Dr. Albarra Sarbaini, M.Pd. selaku Dekan FUAD, Dr. Khoirurrijal, M.A., Dr. Astuti Patminingsih, M.Sos.I., dan Hemlan Elhany, M.Ag. selaku unsur pengarah tim akreditasi. Hadir pula seluruh Tim Penyusun Borang Akreditasi Program Studi KPI yang dibentuk berdasarkan Keputusan Rektor/Kuasa Pengguna Anggaran Nomor 016 Tahun 2026, yaitu Dr. Muhajir, M.Kom.I. sebagai Ketua Pelaksana, Dede Mercy Rolando, M.Sos. sebagai Sekretaris, serta para anggota tim yang terdiri atas Agam Anantama, M.I.Kom., Anton Widodo, M.Sos., Sircy Kurniawan, M.Sos., Mutia Tanseba Andani, M.Sos., dan Budi Riyanto, M.Sos. Masing-masing anggota bertanggung jawab terhadap standar dan kriteria tertentu dalam instrumen akreditasi, mulai dari Visi, Misi, Tujuan dan Strategi (VMTS), tata pamong dan tata kelola, kemahasiswaan, sumber daya manusia, keuangan dan sarana prasarana, pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga luaran dan capaian tridarma.
Dalam arahannya, Ketua LPM UIN Jurai Siwo Lampung, Dr. Suryadi, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas keseriusan Program Studi KPI dalam mempersiapkan proses akreditasi. Menurutnya, potensi untuk meraih predikat Unggul sangat terbuka apabila seluruh elemen program studi mampu bekerja secara sistematis, berbasis data, dan berorientasi pada mutu berkelanjutan.
“Kami melihat Program Studi KPI memiliki modal yang kuat untuk meraih predikat Unggul. Yang perlu dilakukan adalah memastikan seluruh eviden dan dokumen tersusun dengan baik, didukung data yang valid, serta mampu menunjukkan berbagai capaian tridarma yang berdampak bagi masyarakat. Akreditasi bukan hanya persoalan administrasi, tetapi bagaimana program studi mampu membuktikan kualitas dan budaya mutu yang telah dijalankan secara konsisten. Kami berharap KPI dapat menjadi salah satu program studi unggulan di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung,” ujar Suryadi.
Sementara itu, Dekan FUAD, Dr. Albarra Sarbaini, M.Pd., menegaskan bahwa target akreditasi Unggul harus menjadi komitmen bersama seluruh sivitas akademika Program Studi KPI. Menurutnya, pencapaian tersebut hanya dapat diraih apabila program studi mampu memenuhi bahkan melampaui standar yang ditetapkan dalam Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
“Untuk mencapai predikat Unggul, kita tidak cukup hanya memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), tetapi harus mampu melampaui standar tersebut. Program studi harus menunjukkan keunggulan dalam tata kelola, inovasi pembelajaran, penelitian dan pengabdian yang berdampak, rekognisi dosen dan mahasiswa, serta capaian lulusan yang dapat dibuktikan secara nyata. Budaya mutu harus menjadi bagian dari kehidupan akademik sehari-hari, bukan hanya ketika menghadapi akreditasi,” tegas Albarra.
Selama rapat berlangsung, tim penyusun borang melakukan pemetaan kebutuhan data, identifikasi kekuatan dan peluang pengembangan program studi, pembagian tugas berdasarkan kriteria akreditasi, serta penyusunan jadwal kerja yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan mendatang. Tim LPM juga memberikan berbagai masukan terkait strategi penyusunan dokumen, teknik penyajian eviden, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan agar setiap indikator penilaian dapat terpenuhi secara optimal.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam semakin optimistis menghadapi proses akreditasi LAMSPAK. Dengan dukungan penuh pimpinan fakultas, pendampingan intensif dari LPM, serta kerja sama seluruh tim penyusun borang, KPI FUAD UIN Jurai Siwo Lampung menargetkan capaian Akreditasi Unggul sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola kelembagaan yang berdaya saing di tingkat nasional.
(MUHA/WM – Humas FUAD)
