Metro, 19 Agustus 2026 — Pelaksanaan Faculty Development Program (FDP) Peningkatan Kompetensi Dosen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Jurai Siwo Lampung memasuki hari kedua, Rabu (19/8/2026). Kegiatan hari kedua berfokus pada penguatan kompetensi dosen dalam memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang efektif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik capaian pembelajaran mahasiswa.
Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd. sebagai narasumber dan Walfajri, M.Pd. sebagai moderator. Berbeda dengan sesi sebelumnya yang menitikberatkan pada penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE), kegiatan hari kedua diarahkan pada aspek implementasi pembelajaran di dalam kelas.
Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung dinamis. Para dosen tidak hanya mendapatkan pemaparan materi secara konseptual, tetapi juga dilibatkan secara langsung dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami metode pembelajaran tidak hanya melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman praktik.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Sowiyah menekankan pentingnya kemampuan dosen dalam memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik materi, serta kebutuhan mahasiswa. Metode pembelajaran tidak dapat dipilih hanya berdasarkan kebiasaan, tetapi perlu dipertimbangkan berdasarkan kompetensi yang hendak dicapai mahasiswa.
Pembelajaran yang efektif, dalam konteks tersebut, menuntut dosen untuk mampu menciptakan suasana kelas yang mendorong mahasiswa aktif berpikir, berdiskusi, berargumentasi, memecahkan masalah, dan mengembangkan kemampuan bekerja sama. Peran dosen tidak semata-mata sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mengarahkan mahasiswa mencapai capaian pembelajaran.
Salah satu bagian yang menarik perhatian peserta adalah simulasi metode pembelajaran melalui praktik peer teaching. Beberapa dosen diberikan kesempatan untuk mempraktikkan metode pembelajaran di hadapan peserta lainnya. Simulasi tersebut menjadi ruang bagi dosen untuk menguji penerapan metode yang digunakan sekaligus memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola proses pembelajaran.
Dalam praktik tersebut, peserta lainnya berperan sebagai mahasiswa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung menyerupai situasi kelas yang sebenarnya. Dosen yang melakukan simulasi kemudian mendapatkan evaluasi dan masukan dari narasumber.
Prof. Dr. Sowiyah memberikan evaluasi terhadap pelaksanaan peer teaching dengan melihat sejumlah aspek, antara lain kesesuaian metode dengan tujuan pembelajaran, kemampuan membuka pembelajaran, penyampaian materi, interaksi dengan peserta, pengelolaan kelas, penggunaan strategi pembelajaran, hingga kemampuan menutup dan melakukan evaluasi pembelajaran.
Sesi evaluasi tersebut berlangsung konstruktif. Masukan yang diberikan tidak hanya diarahkan untuk menemukan kekurangan, tetapi juga menjadi bahan refleksi bagi dosen untuk mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih efektif. Dengan demikian, peer teaching menjadi sarana pembelajaran bersama antardosen sekaligus ruang untuk saling bertukar pengalaman.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para dosen menyampaikan berbagai pertanyaan dan pengalaman terkait pelaksanaan pembelajaran di kelas, termasuk tantangan dalam meningkatkan partisipasi mahasiswa, memilih metode yang tepat, serta menyesuaikan strategi pembelajaran dengan karakteristik mata kuliah.
Interaksi antara narasumber dan peserta membuat kegiatan berlangsung semakin menarik. Diskusi tidak hanya membahas konsep secara teoritis, tetapi juga mengaitkannya dengan persoalan nyata yang dihadapi dosen dalam proses perkuliahan.
Melalui kegiatan hari kedua ini, FDP FUAD UIN Jurai Siwo Lampung tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan mengenai metode pembelajaran, tetapi juga mendorong terjadinya refleksi dan praktik langsung. Kombinasi antara pemaparan materi, simulasi, peer teaching, evaluasi, dan diskusi menjadi pendekatan yang memungkinkan para dosen memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih utuh.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong dosen untuk semakin adaptif dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. Pemilihan metode yang tepat diharapkan mampu menciptakan proses perkuliahan yang lebih aktif, partisipatif, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi mahasiswa.
Hari kedua FDP sekaligus memperkuat pesan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan substansi keilmuan dosen, tetapi juga oleh kemampuan dalam mengelola proses pembelajaran. Melalui penguatan kompetensi pedagogik dan praktik pembelajaran yang berkelanjutan, FUAD UIN Jurai Siwo Lampung terus mendorong terciptanya proses pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa. (AA)
