Metro, 4 Desember 2025. Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung melalui Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), kembali menyelenggarakan kegiatan strategis peningkatan kapasitas mahasiswa dalam rangkaian program Jusila Empowerment. Pelatihan Penulisan Berita di Media Online, yang dilaksanakan pada Kamis, 4 Desember 2025, di Laboratorium Prodi PMI, mencerminkan komitmen institusi dalam mengembangkan mahasiswa yang tidak hanya terampil menulis, melainkan mampu mengartikulasikan isu-isu sosial dan pembangunan menjadi narasi publik yang konstruktif dan berdampak pada kebijakan pemerintah daerah.
Kegiatan pelatihan yang dihadiri 15 mahasiswa aktif Prodi PMI ini menghadirkan Dr. Abdul Mujib, M.Pd.I, seorang praktisi dan peneliti yang dikenal aktif dalam bidang jurnalistik dan media digital. Pemilihan narasumber ini strategis mengingat kebutuhan mahasiswa PMI untuk menguasai tidak hanya teknik penulisan, tetapi juga memahami ekosistem media digital kontemporer sebagai medium untuk menyuarakan perspektif pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Dr. Albarra Sarbaini, M.Pd, menekankan relevansi kemampuan menulis berita bagi mahasiswa PMI di era transformasi digital. Menurutnya, keterampilan penulisan berita melampaui fungsi jurnalistik konvensional. “Mahasiswa hari ini harus siap menghadapi realitas baru media yang serba cepat dan serba digital. Kemampuan menulis berita tidak hanya berguna untuk dunia jurnalistik, namun juga untuk dokumentasi program, publikasi kegiatan masyarakat, dan peningkatan kapasitas personal,” ujar Dr. Albarra Sarbaini. Beliau selanjutnya menegaskan bahwa pelatihan sejenis sejalan dengan visi fakultas untuk mencetak lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi dalam transformasi sosial.
Perspektif ini menunjukkan pemahaman institusi bahwa penulisan berita, dalam konteks keilmuan PMI, merupakan alat untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan mengkomunikasikan fenomena pemberdayaan masyarakat kepada stakeholder, termasuk pemerintah sebagai pembuat kebijakan.
Ketua Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Dr. Yuyun Yunita, M.Pd.I, menguraikan posisi pelatihan ini dalam ekosistem pengembangan mahasiswa PMI secara holistik. “Mahasiswa PMI harus mampu menginterpretasi fenomena sosial dan menuangkannya ke dalam tulisan yang konstruktif serta informatif. Pelatihan ini menjadi langkah strategis agar mahasiswa siap terlibat dalam pemberdayaan dengan kemampuan dokumentasi dan publikasi yang baik,” jelasnya.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pelatihan penulisan berita bukan sekadar skill tambahan, melainkan integral dalam metodologi PMI. Mahasiswa PMI dilatih untuk mengidentifikasi isu-isu pembangunan, menganalisisnya melalui lensa pengembangan masyarakat berbasis Islam, dan mengkomunikasikannya melalui medium media online yang memiliki jangkauan dan pengaruh signifikan pada opini publik dan formulasi kebijakan pemerintah.
Sekretaris Program Studi PMI sekaligus Kepala Laboratorium Prodi, Wawan Trans Pujianto, M.Kom.I, menekankan peran laboratorium PMI sebagai ruang produksi pengetahuan dan kreasi mahasiswa. “Laboratorium PMI bukan hanya tempat praktik, tetapi juga ruang untuk melahirkan penulis-penulis muda yang mampu berkontribusi bagi masyarakat. Saya berharap pelatihan ini menginspirasi mahasiswa untuk terus menulis, memproduksi konten positif, dan aktif dalam publikasi kegiatan pemberdayaan,” tuturnya.
Visi ini mencerminkan transformasi paradigma laboratorium dari sekadar fasilitas fisik menjadi inkubator ide dan karya intelektual yang berorientasi pada penyelesaian masalah sosial. Melalui laboratorium, mahasiswa PMI diharapkan tidak hanya mengembangkan kemampuan teknis, tetapi juga mengasah kepekaan terhadap isu-isu pembangunan daerah dan kemampuan mengomunikasikannya dengan cara yang persuasif dan berbasis data.
Dr. Abdul Mujib menyampaikan materi pelatihan yang komprehensif, mencakup: struktur berita 5W+1H, teknik penulisan lead yang menarik, pemilihan judul yang informatif, etika jurnalistik dan verifikasi data, tantangan penulisan berita di era digital, serta praktik langsung menulis dan editing. Komposisi materi ini dirancang untuk memberikan fondasi yang kokoh kepada peserta, mulai dari aspek teknis hingga dimensi etis dan metodologis penulisan berita di media online.
Pendekatan praktis pelatihan ini tercermin dalam sesi praktik langsung, di mana masing-masing peserta diminta membuat berita singkat berdasarkan studi kasus lapangan. Metode pembelajaran experiential ini memungkinkan mahasiswa untuk langsung menerapkan konsep dan menghadapi tantangan nyata dalam penulisan berita, sehingga pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga operasional.
Membangun Ekosistem Penulis Pemberdayaan Masyarakat
Antusiasme peserta selama pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya appetite yang tinggi di kalangan mahasiswa PMI terhadap kemampuan penulisan berita. Ke depan, Prodi PMI berkomitmen menjadikan Jusila Empowerment sebagai program berkelanjutan yang mencakup berbagai pelatihan keterampilan profesional, seperti jurnalistik, pengelolaan media sosial, literasi digital, pengembangan komunitas, dan riset sosial.
Dengan adanya pelatihan penulisan berita ini, institusi menargetkan lahirnya generasi penulis PMI yang mampu menjadi kontributor aktif dalam berbagai platform media online. Lebih dari itu, diharapkan para lulusan PMI dapat berperan sebagai jembatan komunikasi antara komunitas masyarakat dan pemerintah daerah, mendokumentasikan kegiatan pemberdayaan secara profesional, dan menghasilkan narasi publik yang mendukung kebijakan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada pemberdayaan masyarakat sesuai nilai-nilai Islam.
Kegiatan pelatihan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta, menandai dimulainya perjalanan mereka sebagai penulis intelektual yang siap berkontribusi pada pembangunan daerah melalui kekuatan media digital.
(WTP/WM – Humas FUAD)
