Dari Kampus ke Arena Juara: Kisah Inspiratif Rayyis Arsy Muqsid, Mahasiswa KPI yang Menorehkan Prestasi Nasional

Metro, 4 April 2026. Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, Rayyis Arsy Muqsid, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, membuktikan bahwa kesuksesan akademik dapat berjalan beriringan dengan prestasi non-akademik. Sosoknya kini menjadi inspirasi bagi banyak mahasiswa berkat deretan prestasi gemilang di bidang pencak silat, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Rayyis bukan sekadar mahasiswa biasa. Di balik kesehariannya sebagai insan akademik, ia adalah atlet tangguh yang konsisten mengharumkan nama daerah dan institusi. Sejak tahun 2023 hingga 2025, ia berhasil mengukir banyak kemenangan bergengsi, di antaranya:

  • Juara 1 Tanding Kelas Bebas Bawah Putra Dewasa pada Kejuaraan Nasional Pencak Silat Tasikmalaya Championship 1 (2023)
  • Juara 1 Seni Tunggal Putra Dewasa pada Kejuaraan Pencak Silat Lampung Berjaya (2023)
  • Juara 1 Seni Tunggal Putra Dewasa pada Jawara Lampung Competition 1 (2024)
  • Juara 1 Seni Tunggal Tangan Kosong Putra Dewasa pada Jakarta Nasional Championship 2 (2024)
  • Juara 1 Seni Tunggal Putra Dewasa pada Banten Nasional Open Cup (2024)
  • Juara 1 Seni Tunggal Bersenjata Putra Dewasa pada Tasikmalaya Championship 1 (2023)
  • Juara 3 Seni Tunggal Putra Dewasa pada Piala Rektor 2 Universitas Lampung (2024)
  • Juara 1 Seni Tunggal Putra Dewasa pada Kejurkab IPSI Tulang Bawang (2025)
  • Juara 2 Seni Tunggal Putra Dewasa pada Lampung Begawi (2025)
  • Juara 2 Seni Tunggal Putra Dewasa pada Budi Utomo Championship (2023)

Perjalanan Rayyis tentu tidak instan. Ia harus membagi waktu antara latihan intensif, kompetisi, dan tanggung jawab akademik. Namun, dengan disiplin tinggi dan manajemen waktu yang baik, ia mampu menjalani keduanya tanpa mengorbankan salah satu.

Menurut Rayyis, kunci utama keberhasilannya adalah konsistensi dan niat yang kuat. “Kalau kita punya tujuan yang jelas, capek itu jadi bagian dari proses, bukan hambatan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya dukungan lingkungan, baik dari keluarga, teman, maupun kampus.

Lebih dari sekadar prestasi, perjalanan Rayyis membawa pesan penting bagi mahasiswa lain: bahwa potensi diri harus terus diasah dan tidak boleh dibatasi oleh zona nyaman. Dunia kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk berkembang dan berprestasi di berbagai bidang.

Kisah Rayyis Arsy Muqsid menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa KPI tidak hanya unggul dalam komunikasi dan dakwah, tetapi juga mampu bersinar di panggung nasional melalui bakat dan kerja keras. Semangat juangnya diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berprestasi, dan membawa nama baik institusi ke tingkat yang lebih tinggi.

(AA/WM – Humas FUAD)