Bekali Mahasiswa Hadapi Krisis Psikologis, BPI FUAD UIN Jurai Siwo Lampung Gelar Pembelajaran Psychological First Aid (PFA)

Metro, 24 Juni 2026. – Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Jurai Siwo Lampung menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Mahasiswa dengan Pembelajaran Psychological First Aid (PFA) yang berlangsung selama dua hari, pada 23–24 Juni 2026, bertempat di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) FUAD UIN Jurai Siwo Lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam memberikan dukungan psikologis awal kepada individu yang mengalami situasi krisis.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FUAD, Hemlan Elhany, S.Ag., M.Ag., Ketua Program Studi BPI Fadhil Hardiansyah, M.Pd., Sekretaris Program Studi BPI Aisyah Khumairo, M.Pd.I., serta dimoderatori oleh Muhammad Fauzhan ‘Azima, M.Ag.. Hadir pula sebagai narasumber utama, Sampiriono, S.ST., Pekerja Sosial Ahli Muda, yang memberikan materi dan pendampingan selama kegiatan berlangsung.

Acara dibuka secara resmi melalui sambutan yang disampaikan oleh Wakil Dekan III FUAD, Hemlan Elhany, M.Ag., yang mewakili Dekan FUAD. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa BPI dalam menghadapi tantangan sosial dan kemanusiaan yang semakin kompleks.

Sementara itu, Ketua Program Studi BPI, Fadhil Hardiansyah, M.Pd., menegaskan bahwa pembelajaran Psychological First Aid (PFA) merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa BPI sebagai calon penyuluh dan pendamping masyarakat.

Kegiatan ini sangat krusial bagi mahasiswa BPI. Sebagai calon penyuluh dan pendamping masyarakat, kita harus memiliki kesiapan mental dan keterampilan awal dalam menangani kondisi krisis psikologis seseorang. PFA merupakan fondasi penting sebelum memberikan penanganan yang lebih mendalam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fadhil menjelaskan bahwa melalui pembelajaran PFA, mahasiswa diharapkan memperoleh tiga manfaat utama, yakni kesiapan menghadapi kondisi krisis di lapangan, peningkatan kompetensi profesional yang menjadi nilai tambah di dunia kerja, serta tumbuhnya kepekaan sosial dan empati dalam membantu sesama.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Wakil Dekan III FUAD, secara resmi membuka kegiatan tersebut dan mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan belajar selama dua hari secara maksimal.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan penguatan materi mengenai Prinsip Dasar dan Tahapan Psychological First Aid, yang dilanjutkan dengan pembahasan Teknik Active Listening, Validasi Emosi, serta Pendekatan Look-Listen-Link. Selain itu, peserta juga mempelajari keterkaitan antara Psychological First Aid (PFA) dengan terapi psikososial melalui diskusi kasus dan simulasi ringan yang dipandu langsung oleh narasumber.

Memasuki hari kedua, pembelajaran semakin diperdalam dengan materi Pendampingan Spiritual dalam Situasi Krisis melalui Integrasi BPI dan Nilai-Nilai Islam, kemudian dilanjutkan dengan Komunikasi Restoratif pada Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), Anak Korban, dan Perempuan Korban Kekerasan. Pada sesi akhir, peserta dibekali materi Self-Care untuk Penolong, yang membahas strategi manajemen stres serta upaya mencegah burnout bagi para pendamping dan konselor.

Sebagai narasumber, Sampiriono, S.ST., yang merupakan Pekerja Sosial Ahli Muda, menyampaikan berbagai pengalaman praktis dalam menangani individu yang mengalami krisis psikologis dan sosial. Penyampaian materi yang interaktif disertai studi kasus membuat mahasiswa tidak hanya memahami konsep PFA secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam situasi nyata.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam FUAD UIN Jurai Siwo Lampung berharap mahasiswa semakin siap menjadi pendamping masyarakat yang profesional, berempati, serta mampu memberikan pertolongan psikologis awal secara tepat dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Prodi BPI dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan responsif terhadap berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

(FH/WM – Humas FUAD)