Metro, 9 Agustus 2026 – Podcast kolaboratif antara Program Studi Ilmu Hadis (ILHA) UIN Jurai Siwo Lampung, Teras Komunal, dan Agree Media sukses digelar di Pasar Payungi, Metro, Minggu (9/8/2026). Mengangkat tema “Gaya Baru Studi Hadis: Jelajah Seru Kajian Hadis Masa Kini,” kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk memperkenalkan perkembangan studi hadis yang semakin dinamis dan relevan dengan kehidupan masyarakat di era digital.
Hadir sebagai narasumber, Ketua Prodi Ilmu Hadis UIN Jurai Siwo Lampung, Bapak Muhammad Fauzhan ‘Azima, M.Ag., sementara sebagai pemandu podcast yaitu Ustadz Akhmad Jazuli, M.Sos., National Motivator, Outbound Facilitator, sekaligus Community Engagement Agree Media. Podcast berlangsung secara interaktif dengan melibatkan mahasiswa Prodi Ilmu Hadis UIN Jusila dan masyarakat umum. Suasana dialog yang santai dan terbuka membuat pembahasan studi hadis dapat disampaikan dengan pendekatan yang lebih akrab dengan karakter generasi muda dan masyarakat digital.
Dalam pemaparannya, Bapak Muhammad Fauzhan ‘Azima, M.Ag. menjelaskan bahwa memasuki era digital, studi hadis tidak lagi hanya berkutat pada takhrij hadis berbasis mu’jam secara manual, kritik dan analisa sanad, kritik matan, metodologi pemahaman hadis klasik, serta kajian turats syarah hadis. Studi hadis kini berkembang secara lebih luas, antara lain melalui living hadis, digitalisasi hadis, konten kreatif hadis digital di media sosial (dalam bentuk audio, visual, maupun dengan pemanfaatan artificial intelligence), hingga hadirnya syarah hadis dalam wajah komik. “Inilah yang disebut sebagai gaya baru studi hadis, yaitu perluasan objek, metode, media, dan pendekatan dalam mengkaji hadis. Perkembangan ini didorong oleh transformasi digital, perkembangan ilmu sosial-humaniora, semangat integrasi-interkoneksi antar keilmuan, dan kebutuhan masyarakat modern,” jelasnya.
Dalam podcast tersebut juga mengemuka bahwa perkembangan studi hadis yang signifikan tersebut turut menjadikan kajian hadis semakin menarik dan relevan bagi generasi masa kini. Hal ini sekaligus mempertegas bahwa Prodi Ilmu Hadis adalah milik semua, bukan hanya diperuntukkan bagi santri pondok pesantren dan lulusan madrasah aliyah, tetapi juga terbuka bagi alumni SMA dan SMK yang telah memiliki modal keilmuan sosial dan digital. Dengan pendekatan baru tersebut, mahasiswa dapat memadukan kemampuan keilmuan hadis dengan kreativitas, teknologi, komunikasi, dan berbagai disiplin ilmu lainnya.
Lebih lanjut, Gaya Baru Studi Hadis juga memberikan dampak terhadap semakin luasnya ranah dakwah dan peluang karier sarjana Prodi Ilmu Hadis. Lulusan ILHA tidak hanya berpeluang menjadi peneliti, akademisi, rohaniwan, serta praktisi dan konsultan keagamaan, tetapi juga dapat berkiprah sebagai edupreneur, penggiat aplikasi hadis-ilmu hadis berbasi IT, konten kreator hadis digital, penulis dan editor buku-buku keislaman, serta berbagai peran lainnya dalam dunia edukasi kreatif. Melalui podcast kolaboratif ini, Prodi Ilmu Hadis UIN Jusila, Teras Komunal, dan Agree Media menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan studi hadis yang adaptif, kreatif, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat kontemporer. (FA/AA)
