Metro, 15 April 2026 — Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Jurai Siwo Lampung (UIN Jusila) melakukan langkah strategis dalam penguatan pembangunan Zona Integritas melalui kegiatan benchmarking, sharing knowledge, dan pertukaran best practice dengan sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) unggulan. Kegiatan ini berlangsung pada 12–16 April 2026 dengan lokasi kunjungan di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), UIN Salatiga, dan UIN Walisongo Semarang.
Delegasi FUAD dipimpin langsung oleh Dekan FUAD, Albarra Sarbaini, didampingi Wakil Dekan I Khoirurrijal, Wakil Dekan II Astuti Patminingsih, serta Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Muhajir.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FUAD UIN Jusila dalam memperkuat tata kelola kelembagaan yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Penguatan Tata Kelola Melalui Benchmarking
Selama kunjungan, tim delegasi melakukan berbagai agenda strategis yang meliputi diskusi antar institusi, observasi sistem layanan dan tata kelola, serta pertukaran praktik terbaik (best practices) terkait pengembangan kelembagaan dan pembangunan Zona Integritas di lingkungan perguruan tinggi.
Dekan FUAD, Albarra Sarbaini, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat budaya integritas di lingkungan fakultas.
“Benchmarking ini menjadi sarana pembelajaran kelembagaan yang sangat penting. Kami ingin mempelajari secara langsung bagaimana praktik tata kelola yang baik diterapkan di PTKIN yang telah memiliki sistem pelayanan dan manajemen yang unggul,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman dan praktik terbaik dari perguruan tinggi yang dikunjungi akan menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas layanan akademik maupun administrasi di lingkungan FUAD.
“Melalui sharing knowledge ini, kami berharap dapat mengadopsi berbagai inovasi tata kelola yang relevan untuk memperkuat pembangunan Zona Integritas di FUAD UIN Jusila,” tambahnya.
Pembelajaran dari PTKIN Unggulan
Selama rangkaian kunjungan, delegasi FUAD memperoleh berbagai wawasan mengenai pengelolaan kelembagaan, digitalisasi layanan akademik, serta strategi penguatan budaya organisasi yang mendukung tata kelola perguruan tinggi yang bersih dan profesional.
Di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), delegasi mempelajari sistem manajemen akademik berbasis internasional serta praktik pengelolaan institusi yang menekankan standar global dalam tata kelola universitas sebagai pendukung akreditasi.
Sementara itu, kunjungan ke UIN Salatiga sebagai inspirasi dari agen perubahan Kementrian Agama dan UIN Walisongo Semarang yang juga Perguruan Tinggi binaan Komisi Pemeberantasan Korupsi memberikan kesempatan bagi tim FUAD untuk mendalami berbagai inovasi layanan akademik, penguatan sistem administrasi berbasis digital, serta implementasi program reformasi birokrasi di lingkungan PTKIN yang berwawasan anti Korupsi.
Wakil Dekan I FUAD, Khoirurrijal, menilai bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru dalam pengembangan sistem layanan fakultas.
“Kami melihat banyak praktik baik yang dapat diadaptasi, mulai dari sistem pelayanan terpadu, penguatan sistem monitoring kinerja, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan transparansi layanan,” ungkapnya.
Komitmen Menuju Zona Integritas WBK dan WBBM
Kegiatan benchmarking ini juga menjadi bagian dari upaya FUAD UIN Jusila dalam
mendukung program pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Zona Integritas merupakan program reformasi birokrasi yang bertujuan menciptakan instansi pemerintah yang bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu memberikan pelayanan publik yang transparan, efektif, dan profesional.
Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) diberikan kepada unit kerja yang berhasil menerapkan sistem pengawasan dan tata kelola yang efektif sehingga mampu meminimalkan potensi penyimpangan.
Sementara itu, Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) merupakan predikat yang lebih tinggi, yang diberikan kepada unit kerja yang tidak hanya bebas dari korupsi, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan publik yang prima, inovatif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Wakil Dekan II FUAD, Astuti Patminingsih, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak hanya berkaitan dengan sistem administrasi, tetapi juga dengan pembentukan budaya organisasi yang berintegritas.
“Zona Integritas tidak sekadar program administratif, tetapi merupakan komitmen moral dan institusional untuk membangun tata kelola yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan yang berkualitas,” jelasnya.
Mendorong Transformasi Kelembagaan
Melalui kegiatan ini, FUAD UIN Jusila berharap dapat memperkuat transformasi kelembagaan yang selaras dengan agenda reformasi birokrasi di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.
Ketua Prodi KPI, Muhajir, menyatakan bahwa hasil benchmarking ini akan menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi bagi pengembangan sistem manajemen fakultas di masa mendatang.
“Kami akan menindaklanjuti hasil pembelajaran ini melalui penguatan sistem layanan akademik, peningkatan transparansi tata kelola, serta pengembangan inovasi pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan sivitas akademika,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan benchmarking dan pertukaran praktik terbaik ini, FUAD UIN Jusila menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya integritas dan meningkatkan kualitas tata kelola institusi sebagai bagian dari upaya mewujudkan perguruan tinggi yang profesional, akuntabel, dan berdaya saing.
(AA/WM – Humas FUAD)
