DEPOK — Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Jurai Siwo Lampung melaksanakan kegiatan sharing knowledge dan best practice terkait pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) sebagai pendukung peningkatan akreditasi perguruan tinggi. Kegiatan ini berlangsung melalui kunjungan akademik ke Universitas Islam Internasional Indonesia di Depok pada Senin, 13 April 2026.
Delegasi FUAD dipimpin langsung oleh Dekan FUAD, Albarra Sarbaini, didampingi Wakil Dekan I Khoirurrijal, Wakil Dekan II Astuti Patminingsih, serta Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Muhajir. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola kelembagaan yang berorientasi pada transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan mutu akademik.
Rombongan FUAD UIN Jurai Siwo Lampung diterima secara resmi oleh Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pengembangan Usaha UIII, Amsal Bakhtiar. Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut Sekretaris Universitas Chaider S. Bamualim, Kepala Bagian Tata Usaha dan Direktorat OKH Hatta Auliya, serta Sekretaris Satuan Pengawas Internal (SPI) UIII Diana Fitri Dahlil.
Dalam sambutannya, Amsal Bakhtiar menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas memiliki peran strategis dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi sekaligus mendukung capaian akreditasi institusi maupun program studi.
“Zona Integritas dipersiapkan sebagai salah satu instrumen pendukung akreditasi di perguruan tinggi. Melalui sistem ini, seluruh proses tata kelola, pelayanan, dan kinerja kelembagaan terdokumentasi secara sistematis sehingga memudahkan proses evaluasi serta mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa implementasi Zona Integritas tidak hanya berorientasi pada upaya pencegahan praktik korupsi, tetapi juga menjadi bagian integral dari sistem manajemen mutu perguruan tinggi.
“Implementasi Zona Integritas berjalan seiring dengan siklus manajemen mutu berkelanjutan, yaitu penetapan standar, pelaksanaan program, evaluasi kinerja, pengendalian mutu, serta peningkatan berkelanjutan,” jelasnya.
Menurutnya, melalui siklus tersebut setiap unit kerja memiliki mekanisme yang jelas dalam merencanakan program, melaksanakan kegiatan, mengevaluasi capaian, serta melakukan perbaikan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas institusi.
Sementara itu, Dekan FUAD UIN Jurai Siwo Lampung, Albarra Sarbaini, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk mempelajari praktik terbaik yang telah diterapkan oleh UIII dalam pembangunan Zona Integritas dan penguatan tata kelola kelembagaan.
“Kegiatan sharing knowledge ini merupakan bagian dari komitmen FUAD dalam memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi. Kami ingin mempelajari secara langsung strategi, mekanisme implementasi, serta inovasi kelembagaan yang dilakukan oleh UIII sebagai referensi dalam penguatan tata kelola di lingkungan fakultas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan Zona Integritas menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas layanan akademik, transparansi pengelolaan institusi, serta kredibilitas perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui forum diskusi dan pertukaran pengalaman tersebut, kedua institusi membahas berbagai aspek strategis dalam pembangunan Zona Integritas, mulai dari penguatan sistem pengawasan internal, digitalisasi tata kelola administrasi, peningkatan kualitas layanan publik, hingga integrasi kebijakan reformasi birokrasi dengan indikator penilaian akreditasi perguruan tinggi.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring kerja sama akademik antarperguruan tinggi serta menjadi langkah konkret dalam mendorong terciptanya tata kelola perguruan tinggi yang profesional, transparan, dan berintegritas.
(AA/WM – Humas FUAD)
