HMPS KPI UIN Jurai Siwo Lampung Gelar Seminar Islamic Communication Creator Festival, Dorong Mahasiswa Percaya Diri dan Kreatif di Era Digital

Metro, Lampung, 19 Oktober 2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), UIN Jurai Siwo Lampung, menyelenggarakan Seminar Islamic Communication Creator Festival (ICCF) dengan tema “Membangun Komunikator Muslim yang Percaya Diri, Kreatif, dan Berdampak di Era Digital”, Senin (19/10/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Teater, Lantai II, Gedung Academic Center (GAC), Kampus II UIN Jurai Siwo Lampung, dan diikuti sekitar 50 peserta dari mahasiswa KPI dan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI).

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan III FUAD, Hemlan Elhany, M.Ag. Turut hadir Sekretaris Program Studi KPI, Dede Mercy Rolando, M.Sos., Ketua Umum HMPS KPI, Dheo Yar Revanza, Ketua Pelaksana Rahmatus Safa’ah, serta kedua narasumber seminar.

Dalam sambutannya, Hemlan Elhany menyampaikan bahwa seminar ICCF menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa, khususnya dalam bidang komunikasi, kreativitas, dan pemanfaatan media digital.

“Seminar ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa KPI untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kreativitas di bidang digital. Mahasiswa perlu terus mengembangkan keterampilan agar mampu menyampaikan gagasan secara baik sekaligus menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Hemlan juga berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan, memperluas wawasan, dan mengembangkan potensi diri sesuai dengan tantangan komunikasi di era digital.

Seminar ICCF menghadirkan dua narasumber dengan bidang keahlian berbeda. Ahmad Abdul Aziz, S.Pd., selaku Youth Speaker, menyampaikan materi tentang public speaking, sedangkan Salsabilla Najwa Az-Zahra, S.H., membawakan materi mengenai content creator.

Dalam sesi public speaking, peserta diajak memahami pentingnya kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum, serta keterampilan menyampaikan gagasan secara efektif. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk tampil sebagai komunikator yang mampu menyampaikan pesan secara jelas, terstruktur, dan meyakinkan.

Sementara itu, materi content creator membahas kreativitas dalam menghasilkan konten, strategi menyampaikan informasi kepada audiens, serta pemanfaatan media digital untuk menciptakan karya yang menarik dan bermanfaat. Mahasiswa juga didorong untuk melihat media digital bukan sekadar sarana hiburan, melainkan ruang untuk menyebarkan informasi, edukasi, dan pesan-pesan positif.

Ketua Umum HMPS KPI, Dheo Yar Revanza, mengatakan bahwa seminar tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, terutama dalam bidang komunikasi dan produksi konten digital.

“Melalui seminar ICCF ini, kami ingin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan komunikasi. Public speaking merupakan keterampilan penting bagi seorang content creator agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan lancar, menarik, dan mudah dipahami oleh audiens,” ungkap Dheo.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, menyerap materi yang disampaikan oleh narasumber, serta menerapkannya dalam kegiatan akademik maupun pengembangan karya kreatif.

“Harapannya, peserta dapat menyimak materi dengan baik sehingga memperoleh ilmu dan pengalaman yang bermanfaat. Kami ingin mahasiswa semakin percaya diri dalam menyampaikan gagasan dan berani menghasilkan karya yang kreatif di era digital,” tambahnya.

Ketua Pelaksana, Rahmatus Safa’ah, menjelaskan bahwa seminar ICCF dirancang sebagai ruang pengembangan diri bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan keberanian berbicara di depan umum.

“Kegiatan ini bertujuan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membangun keberanian dalam menyampaikan gagasan di depan umum. Kami berharap seminar ini memberikan pengalaman berharga dan manfaat nyata bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa KPI, dalam mengembangkan potensi diri di era digital,” tuturnya.

Menurut Rahmatus, kehadiran narasumber dengan materi public speaking dan content creator diharapkan dapat memberikan perspektif yang saling melengkapi. Kemampuan berbicara dan kreativitas dalam memproduksi konten merupakan dua keterampilan yang dapat mendukung mahasiswa dalam membangun komunikasi yang efektif melalui berbagai platform digital.

Selain seminar, rangkaian kegiatan ICCF juga dilanjutkan pada sore hari dengan pengumuman hasil lomba film pendek. Agenda tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan karya mahasiswa di bidang perfilman, sekaligus memberikan ruang penghargaan bagi mahasiswa yang telah menuangkan gagasan melalui karya audiovisual.

Penyelenggaraan ICCF menunjukkan pentingnya pengembangan kompetensi komunikasi yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan berbicara, tetapi juga pada kreativitas, literasi media, dan tanggung jawab dalam menghasilkan konten digital. Bagi mahasiswa KPI, keterampilan tersebut menjadi bekal untuk menghadapi perkembangan industri komunikasi, penyiaran, dan media kreatif.

Melalui kegiatan ini, HMPS KPI FUAD UIN Jurai Siwo Lampung berharap mahasiswa mampu tumbuh menjadi komunikator Muslim yang percaya diri, kreatif, dan bertanggung jawab. Mahasiswa juga diharapkan dapat memanfaatkan media digital untuk menghasilkan konten serta karya yang inspiratif, edukatif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.(AA/DMR)